Javier Mascherano pensiun dari dunia sepak bola profesional pada 16 November 2020 dalam usia 36 tahun. Keputusan tersebut diumumkan setelah pertandingan Estudiantes melawan Argentinos Juniors di Liga Argentina dan sekaligus mengakhiri perjalanan lebih dari 17 tahun sebagai pemain profesional.
Selama kariernya, Mascherano dikenal sebagai salah satu gelandang bertahan terbaik di dunia. Ia pernah membela klub-klub besar seperti River Plate, Corinthians, West Ham United, Liverpool, Barcelona, Hebei China Fortune, hingga Estudiantes.
Artikel ini membahas secara lengkap kapan Javier Mascherano pensiun, alasan di balik keputusannya, perjalanan karier, prestasi, serta aktivitasnya setelah gantung sepatu.
Kapan Javier Mascherano Pensiun?
Jawaban singkat: Javier Mascherano resmi pensiun sebagai pesepak bola profesional pada 16 November 2020 setelah membela Estudiantes de La Plata di Liga Argentina. Keputusan tersebut diambil karena ia merasa sudah tidak mampu mempertahankan standar performa yang selama ini ia tetapkan untuk dirinya sendiri.
Pengumuman pensiun dilakukan beberapa saat setelah Estudiantes kalah 0-1 dari Argentinos Juniors. Dalam konferensi pers usai pertandingan, Mascherano menyampaikan bahwa ia telah memberikan seluruh kemampuannya sepanjang karier.
Ia mengaku tidak ingin terus bermain apabila merasa sudah tidak bisa tampil pada level terbaik.
Alasan Javier Mascherano Memutuskan Pensiun
Mascherano menjelaskan bahwa keputusan pensiun bukan muncul secara tiba-tiba. Ia telah mempertimbangkannya selama beberapa waktu karena merasa kondisi fisik dan performanya mulai menurun.
Dalam pernyataannya kepada media, ia mengatakan bahwa dirinya selalu menjalani profesi sebagai pesepak bola secara maksimal. Ketika merasa tidak lagi mampu memberikan kontribusi seperti sebelumnya, ia memilih mengakhiri karier dengan caranya sendiri.
Faktor yang memengaruhi keputusan pensiun
Beberapa alasan yang melatarbelakangi keputusan tersebut antara lain:
- Usia yang sudah memasuki 36 tahun.
- Kondisi fisik tidak lagi seprima saat berada di puncak karier.
- Ingin menutup karier dengan elegan.
- Mulai mempersiapkan karier baru sebagai pelatih.
- Ingin memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga.
Keputusan tersebut mendapat banyak apresiasi dari rekan-rekan setim maupun mantan klub yang pernah dibelanya, termasuk Liverpool dan Barcelona.
Profil Singkat Javier Mascherano
Sebelum dikenal sebagai pelatih, Javier Mascherano merupakan salah satu pemain bertahan paling konsisten dalam sepak bola modern.
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Nama lengkap | Javier Alejandro Mascherano |
| Tanggal lahir | 8 Juni 1984 |
| Tempat lahir | San Lorenzo, Argentina |
| Posisi | Gelandang bertahan, bek tengah |
| Negara | Argentina |
| Tahun pensiun | 2020 |
| Klub terakhir | Estudiantes de La Plata |
Mascherano dikenal memiliki karakter pekerja keras, disiplin tinggi, dan kemampuan membaca permainan yang luar biasa sehingga menjadi andalan di setiap klub yang dibelanya.
Perjalanan Karier Javier Mascherano Sebelum Pensiun
Karier Javier Mascherano berlangsung lebih dari satu setengah dekade dan membawanya bermain di berbagai liga top dunia. Ia memulai karier profesional di Argentina, kemudian merasakan kompetisi Brasil, Inggris, Spanyol, China, hingga kembali ke kampung halamannya sebelum memutuskan pensiun.
Perjalanan tersebut menunjukkan kemampuan adaptasi Mascherano di berbagai gaya permainan. Meski berposisi sebagai gelandang bertahan, ia juga sering dimainkan sebagai bek tengah berkat kecerdasan membaca permainan dan kemampuan bertahan yang solid.
River Plate
Mascherano mengawali karier profesional bersama River Plate pada 2003. Bersama klub raksasa Argentina tersebut, ia langsung menarik perhatian berkat kematangan permainannya meski masih berusia muda.
Penampilan impresif di River Plate juga membawanya menjadi langganan Timnas Argentina dan membuka jalan menuju kompetisi internasional.
Corinthians
Pada 2005, Mascherano bergabung dengan Corinthians di Brasil. Bersama klub tersebut, ia turut membantu tim meraih gelar Liga Brasil.
Masa bermainnya di Brasil memang tidak terlalu panjang, tetapi menjadi batu loncatan menuju kompetisi Eropa.
West Ham United
Mascherano kemudian pindah ke West Ham United pada 2006 bersama Carlos Tevez. Meski demikian, ia kesulitan mendapatkan menit bermain reguler sehingga kontribusinya di klub London tersebut tidak terlalu menonjol.
Situasi itu membuatnya memilih mencari tantangan baru pada musim berikutnya.
Liverpool
Karier Mascherano mulai benar-benar bersinar setelah bergabung dengan Liverpool pada Januari 2007.
Di bawah arahan Rafael Benítez, ia berkembang menjadi salah satu gelandang bertahan terbaik di dunia. Bersama Steven Gerrard dan Xabi Alonso, Mascherano membentuk lini tengah yang sangat kuat dan menjadi bagian penting perjalanan Liverpool di Liga Champions maupun Premier League.
Selama memperkuat Liverpool, Mascherano tampil dalam lebih dari 130 pertandingan di berbagai kompetisi dan dikenal sebagai pemain yang disiplin, agresif dalam merebut bola, serta memiliki kemampuan membaca permainan yang sangat baik.
Barcelona
Pada 2010, Mascherano bergabung dengan Barcelona dan memasuki periode paling sukses dalam kariernya.
Awalnya direkrut sebagai gelandang bertahan, ia kemudian lebih sering dimainkan sebagai bek tengah. Fleksibilitas tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain kepercayaan pelatih, baik di era Pep Guardiola maupun pelatih-pelatih berikutnya.
Selama membela Barcelona, Mascherano memenangkan berbagai gelar bergengsi, termasuk:
- Liga Champions UEFA
- LaLiga
- Copa del Rey
- Piala Dunia Antarklub FIFA
- Piala Super UEFA
- Piala Super Spanyol
Ia mencatat lebih dari 300 penampilan bersama Barcelona sebelum meninggalkan klub pada awal 2018.
Hebei China Fortune
Setelah meninggalkan Barcelona, Mascherano melanjutkan karier ke Liga Super China bersama Hebei China Fortune.
Kepindahan ini menjadi pengalaman pertamanya bermain di Asia. Meski tidak lagi berada di level kompetisi Eropa, ia tetap menjadi pemain utama dan membawa pengalaman internasional bagi klub tersebut.
Estudiantes
Pada awal 2020, Mascherano kembali ke Argentina dengan bergabung bersama Estudiantes de La Plata.
Kepulangan ini sekaligus menjadi babak terakhir dalam karier profesionalnya. Setelah menjalani beberapa pertandingan bersama Estudiantes, ia mengumumkan pensiun pada November 2020.
Karier Javier Mascherano Bersama Timnas Argentina
Selain sukses di level klub, Mascherano juga menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah Timnas Argentina.
Ia menjalani debut internasional pada usia yang masih sangat muda dan kemudian menjadi pemain dengan jumlah penampilan terbanyak untuk Argentina pada masanya sebelum rekor tersebut dilewati oleh Lionel Messi.
Beberapa pencapaian pentingnya bersama Timnas Argentina antara lain:
- Juara Olimpiade Athena 2004.
- Juara Olimpiade Beijing 2008.
- Final Piala Dunia FIFA 2014.
- Final Copa América 2004.
- Final Copa América 2007.
- Final Copa América 2015.
- Final Copa América Centenario 2016.
Meski belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia, Mascherano tetap dikenang sebagai salah satu kapten terbaik Argentina berkat dedikasi, kepemimpinan, dan semangat juangnya di lapangan.
Prestasi Javier Mascherano
Selama berkarier sebagai pemain profesional, Mascherano berhasil mengoleksi berbagai gelar bergengsi di level klub maupun tim nasional.
Gelar bersama klub
- Liga Brasil bersama Corinthians.
- LaLiga bersama Barcelona.
- Copa del Rey.
- Liga Champions UEFA.
- Piala Dunia Antarklub FIFA.
- UEFA Super Cup.
- Supercopa de España.
Gelar bersama Timnas Argentina
- Medali emas Olimpiade 2004.
- Medali emas Olimpiade 2008.
Selain trofi, Mascherano juga dikenal sebagai salah satu gelandang bertahan terbaik generasinya karena konsistensi performa selama bertahun-tahun di level tertinggi sepak bola dunia.
Statistik Singkat Javier Mascherano
Statistik Javier Mascherano menunjukkan betapa konsistennya ia bermain di level tertinggi. Selama lebih dari 17 tahun berkarier, ia tampil di ratusan pertandingan bersama klub maupun Timnas Argentina.
Berikut ringkasan statistik kariernya sebelum pensiun.
| Kategori | Statistik |
|---|---|
| Debut profesional | 2003 |
| Tahun pensiun | 2020 |
| Posisi utama | Gelandang bertahan |
| Posisi lain | Bek tengah |
| Klub profesional | 6 klub |
| Penampilan Timnas Argentina | 140+ pertandingan |
| Piala Dunia FIFA | 4 edisi |
| Medali emas Olimpiade | 2 |
| Gelar Liga Champions | 2 |
| Gelar LaLiga | 5 |
Catatan: Jumlah penampilan dan statistik dapat sedikit berbeda bergantung pada metode pencatatan masing-masing penyedia data statistik sepak bola.
Kehidupan Javier Mascherano Setelah Pensiun
Javier Mascherano tidak membutuhkan waktu lama untuk kembali ke dunia sepak bola setelah gantung sepatu. Berbekal pengalaman panjang sebagai pemain, ia memilih meniti karier sebagai pelatih.
Ia dipercaya menangani kelompok usia muda Tim Nasional Argentina, termasuk Timnas U-20 dan Tim Olimpiade. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting sebelum menerima tantangan baru di level klub.
Pada akhir 2024, Mascherano ditunjuk sebagai pelatih kepala Inter Miami. Di klub MLS tersebut, ia kembali bekerja sama dengan sejumlah mantan rekan setimnya di Barcelona seperti Lionel Messi, Sergio Busquets, Jordi Alba, dan Luis Suárez. Penunjukan ini menjadi salah satu langkah besar dalam karier kepelatihannya.
Mengapa Javier Mascherano Dianggap Legenda?
Mascherano mungkin bukan pemain yang paling produktif dalam mencetak gol, tetapi pengaruhnya terhadap permainan sangat besar. Ia dikenal sebagai gelandang bertahan yang rela bekerja keras demi kepentingan tim.
Beberapa alasan mengapa ia dianggap legenda sepak bola antara lain:
- Memiliki kemampuan bertahan yang sangat konsisten.
- Menjadi pemimpin di ruang ganti maupun di lapangan.
- Mampu bermain di dua posisi berbeda dengan kualitas tinggi.
- Berkarier di klub-klub elite Eropa.
- Menjadi bagian penting generasi emas Argentina.
- Meraih berbagai gelar bergengsi bersama Barcelona.
Dedikasi, disiplin, dan jiwa kepemimpinan membuat Mascherano dihormati oleh rekan setim, pelatih, maupun para pendukung sepak bola di seluruh dunia.
Fakta Menarik Javier Mascherano
Selain dikenal sebagai pemain bertahan tangguh, ada sejumlah fakta menarik mengenai Javier Mascherano yang masih sering dicari penggemar.
- Memulai debut bersama Timnas Argentina bahkan sebelum menjalani banyak pertandingan di liga profesional.
- Dijuluki “El Jefecito” yang berarti “Bos Kecil” karena kepemimpinannya di lapangan.
- Bermain di empat edisi Piala Dunia FIFA.
- Menjadi salah satu pemain dengan jumlah penampilan terbanyak sepanjang sejarah Timnas Argentina.
- Mengoleksi dua medali emas Olimpiade, sebuah pencapaian yang jarang dimiliki pesepak bola dunia.
- Sukses bertransformasi dari gelandang bertahan menjadi bek tengah saat membela Barcelona.
FAQ
Javier Mascherano pensiun tahun berapa?
Javier Mascherano resmi pensiun pada 16 November 2020 setelah pertandingan Estudiantes melawan Argentinos Juniors.
Kapan Javier Mascherano mengumumkan pensiun?
Ia mengumumkan pensiun sesaat setelah laga Liga Argentina pada November 2020 melalui konferensi pers.
Mengapa Javier Mascherano pensiun?
Mascherano merasa sudah tidak mampu mempertahankan standar permainan yang ia inginkan dan memilih mengakhiri karier secara profesional.
Apakah Javier Mascherano pernah bermain di Liverpool?
Ya. Mascherano membela Liverpool sejak 2007 hingga 2010 dan menjadi salah satu gelandang bertahan terbaik di Premier League.
Apakah Javier Mascherano pernah bermain di China?
Ya. Setelah meninggalkan Barcelona, ia memperkuat Hebei China Fortune di Liga Super China selama dua musim.
Klub terakhir Javier Mascherano sebelum pensiun?
Klub terakhir yang dibelanya adalah Estudiantes de La Plata di Argentina.
Apa pekerjaan Javier Mascherano sekarang?
Setelah pensiun, Mascherano berkarier sebagai pelatih dan kini menangani Inter Miami di Major League Soccer (MLS).
Berapa gelar Liga Champions yang dimiliki Javier Mascherano?
Mascherano meraih dua gelar Liga Champions UEFA bersama Barcelona.
Kesimpulan
Javier Mascherano pensiun pada 16 November 2020, mengakhiri perjalanan panjang sebagai salah satu gelandang bertahan terbaik dalam sejarah sepak bola modern. Keputusan tersebut diambil setelah ia merasa tidak lagi mampu mempertahankan performa terbaiknya sebagai pemain profesional.
Selama kariernya, Mascherano membela sejumlah klub besar seperti River Plate, Liverpool, Barcelona, Hebei China Fortune, dan Estudiantes.
Ia juga menjadi sosok penting bagi Timnas Argentina dengan tampil di empat Piala Dunia serta meraih dua medali emas Olimpiade. Setelah gantung sepatu, ia melanjutkan kiprahnya sebagai pelatih dan kini terus membangun reputasi di dunia kepelatihan.





