Daftar Juara Liga Konferensi Eropa dari Tahun ke Tahun, Terbaru 2026
Juara Liga Konferensi Eropa terbaru adalah Crystal Palace, yang memenangkan edisi 2025/2026 setelah mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 pada pertandingan final di Leipzig. Jean-Philippe Mateta mencetak gol tunggal yang membawa The Eagles meraih trofi Eropa pertama dalam sejarah klub.
Sejak kompetisi dimulai pada musim 2021/2022, lima klub berbeda telah menjadi juara. Roma, West Ham United, Olympiacos, Chelsea, dan Crystal Palace masing-masing mengoleksi satu gelar sehingga belum ada satu pun klub yang mampu mempertahankan trofi atau menjadi juara dua kali.
Lantas, siapa saja juara Liga Konferensi Eropa dari tahun ke tahun? Berapa hadiah yang diperoleh pemenang dan apakah sang juara otomatis masuk Liga Champions? Berikut penjelasan lengkapnya.
UEFA Conference League merupakan kompetisi klub tingkat ketiga di Eropa setelah Champions League dan Europa League. Kompetisi ini pertama kali digelar pada musim 2021/2022 dengan nama UEFA Europa Conference League.
Dalam lima edisi pertama hingga 2026, kompetisi menghasilkan lima juara berbeda. Inggris menjadi negara paling sukses dengan tiga gelar melalui West Ham United, Chelsea, dan Crystal Palace, sementara Italia dan Yunani masing-masing memiliki satu gelar.
Berikut daftar juara Liga Konferensi Eropa dari tahun ke tahun:
| Tahun | Musim | Juara | Runner-up | Skor Final |
|---|---|---|---|---|
| 2022 | 2021/2022 | AS Roma | Feyenoord | 1-0 |
| 2023 | 2022/2023 | West Ham United | Fiorentina | 2-1 |
| 2024 | 2023/2024 | Olympiacos | Fiorentina | 1-0 aet |
| 2025 | 2024/2025 | Chelsea | Real Betis | 4-1 |
| 2026 | 2025/2026 | Crystal Palace | Rayo Vallecano | 1-0 |
Data sejarah resmi UEFA mencatat Roma sebagai pemenang edisi perdana, kemudian West Ham, Olympiacos, Chelsea, dan Crystal Palace menjadi juara pada empat edisi berikutnya.
Menariknya, tidak ada final yang mempertemukan dua klub dari negara yang sama dalam lima edisi pertama. Kompetisi juga menghasilkan cerita berbeda setiap musim, mulai dari keberhasilan Roma pada edisi perdana hingga Crystal Palace yang mendapatkan trofi Eropa pertama dalam sejarah klub pada 2026.
Juara Liga Konferensi Eropa 2026 adalah Crystal Palace. Klub asal London Selatan tersebut mengalahkan Rayo Vallecano dengan skor 1-0 dalam pertandingan final pada 27 Mei 2026 di Leipzig, Jerman.
Jean-Philippe Mateta menjadi pencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-51. Kemenangan itu memberikan trofi Eropa pertama kepada Crystal Palace sekaligus menutup perjalanan Oliver Glasner sebagai pelatih klub dengan sebuah gelar.
Pertandingan final berjalan ketat karena kedua klub sama-sama mengejar gelar Eropa pertama.
Crystal Palace akhirnya mendapatkan gol yang dibutuhkan pada awal babak kedua. Mateta memanfaatkan situasi bola muntah setelah tembakan Adam Wharton gagal diamankan secara sempurna oleh pertahanan Rayo Vallecano.
Keunggulan satu gol berhasil dipertahankan hingga pertandingan berakhir.
Hasil tersebut terasa semakin spesial karena Palace menjalani debutnya di kompetisi besar UEFA. Mereka langsung menutup perjalanan tersebut dengan menjadi juara.
Palace juga tidak mengambil jalur termudah menuju trofi.
The Eagles finis di luar delapan besar pada fase liga sehingga harus melewati play-off fase gugur. Mereka terus melaju hingga semifinal, menyingkirkan Shakhtar Donetsk dengan agregat 5-2, kemudian menaklukkan Rayo Vallecano pada laga puncak.
Gelar Conference League 2026 merupakan trofi Eropa pertama Crystal Palace.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian bersejarah karena Palace sebelumnya bukan klub yang memiliki tradisi panjang di kompetisi antarklub Eropa.
Kemenangan di Leipzig juga membuat Inggris semakin dominan dalam daftar juara Conference League.
Dari lima edisi pertama, tiga gelar dimenangkan klub Inggris. West Ham menjadi juara pada 2023, Chelsea pada 2025, dan Crystal Palace pada 2026.
Juara Liga Konferensi Eropa 2025 adalah Chelsea. The Blues mengalahkan Real Betis dengan skor telak 4-1 dalam pertandingan final di Wroclaw, Polandia.
Kemenangan tersebut mempunyai arti khusus dalam sejarah Chelsea. Klub asal London itu menjadi tim pertama yang melengkapi koleksi seluruh trofi utama kompetisi klub pria UEFA.
Chelsea datang ke Conference League 2024/2025 sebagai salah satu favorit utama.
Kualitas dan kedalaman skuad membuat The Blues mampu tampil dominan sepanjang turnamen. Pada pertandingan final, Chelsea sempat tertinggal lebih dahulu setelah Real Betis mencetak gol pada menit kesembilan.
Situasi berubah pada babak kedua.
Enzo Fernández menyamakan kedudukan pada menit ke-65. Nicolas Jackson membawa Chelsea berbalik unggul lima menit kemudian.
Jadon Sancho memperbesar keunggulan menjadi 3-1 pada menit ke-83 sebelum Moisés Caicedo menutup pertandingan melalui gol pada masa tambahan waktu.
Chelsea akhirnya menang 4-1 dan mengangkat trofi.
Cole Palmer terpilih sebagai Player of the Match dalam final tersebut. Perannya sangat penting dalam perubahan permainan Chelsea setelah tim Inggris itu mengalami kesulitan pada babak pertama.
Gelar Conference League memberikan catatan bersejarah bagi Chelsea.
The Blues telah memenangkan berbagai kompetisi utama Eropa, termasuk Champions League, Europa League, Cup Winners’ Cup, dan UEFA Super Cup.
Kemenangan pada 2025 melengkapi koleksi tersebut dengan trofi Conference League.
Karena itu, perjalanan Chelsea pada musim 2024/2025 bukan sekadar tentang memenangkan kompetisi kasta ketiga Eropa. Gelar tersebut mempunyai nilai historis dalam perjalanan klub.
Olympiacos menjadi juara Liga Konferensi Eropa 2024. Klub asal Yunani tersebut mengalahkan Fiorentina dengan skor 1-0 setelah perpanjangan waktu dalam pertandingan final di Athena.
Ayoub El Kaabi menjadi pahlawan melalui gol pada menit ke-116.
Kemenangan tersebut sangat bersejarah karena Olympiacos menjadi klub Yunani pertama yang memenangkan trofi utama kompetisi klub UEFA.
Final 2024 berjalan sangat ketat.
Olympiacos dan Fiorentina tidak mampu mencetak gol sepanjang 90 menit waktu normal. Pertandingan kemudian berlanjut ke perpanjangan waktu.
Ketika pertandingan terlihat mengarah ke adu penalti, El Kaabi mencetak gol penentu.
Gol tersebut memastikan kemenangan Olympiacos sekaligus membuat Fiorentina kembali gagal di final untuk kedua kalinya secara beruntun.
Bagi sepak bola Yunani, gelar tersebut memiliki arti sangat besar. Olympiacos berhasil membawa pulang trofi Eropa di depan pendukung dari negaranya sendiri.
West Ham United menjadi juara Conference League 2022/2023 setelah mengalahkan Fiorentina dengan skor 2-1 pada pertandingan final.
Final dimainkan di Praha, Republik Ceko.
Kemenangan tersebut mengakhiri penantian panjang West Ham untuk mendapatkan trofi besar dan menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan modern klub London tersebut.
Pertandingan berlangsung ketat.
West Ham membuka keunggulan melalui penalti Saïd Benrahma. Fiorentina kemudian menyamakan kedudukan melalui Giacomo Bonaventura.
Ketika pertandingan hampir memasuki perpanjangan waktu, Jarrod Bowen mencetak gol penentu.
Gol tersebut memastikan kemenangan 2-1 untuk West Ham.
Keberhasilan The Hammers juga menjadi awal dominasi klub Inggris dalam sejarah Conference League. Setelah West Ham, Chelsea dan Crystal Palace kemudian mengikuti jejak yang sama.
AS Roma adalah juara pertama dalam sejarah UEFA Conference League. Klub Italia tersebut mengalahkan Feyenoord 1-0 dalam pertandingan final edisi 2021/2022.
Nicolo Zaniolo mencetak satu-satunya gol pertandingan.
Kemenangan tersebut membuat Roma tercatat sebagai klub pertama yang namanya diukir pada daftar juara Conference League.
Edisi pertama mempunyai posisi penting dalam sejarah kompetisi.
UEFA memperkenalkan Conference League untuk memberikan lebih banyak kesempatan kepada klub dari berbagai negara mengikuti kompetisi Eropa.
Roma menjadi tim pertama yang berhasil melewati seluruh perjalanan menuju gelar.
Kemenangan tersebut juga menjadi pencapaian penting bagi José Mourinho. Pelatih asal Portugal itu kembali memenangkan kompetisi Eropa setelah sebelumnya sukses di level Champions League dan Europa League.
Roma mengalahkan Feyenoord melalui permainan yang disiplin. Setelah Zaniolo mencetak gol, klub Italia tersebut mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Belum ada satu klub yang menjadi juara Liga Konferensi Eropa terbanyak secara tunggal. Hingga edisi 2026, lima klub sama-sama memiliki satu gelar.
Kelima klub tersebut adalah Roma, West Ham United, Olympiacos, Chelsea, dan Crystal Palace.
| Klub | Negara | Jumlah Gelar | Tahun Juara |
|---|---|---|---|
| Roma | Italia | 1 | 2022 |
| West Ham United | Inggris | 1 | 2023 |
| Olympiacos | Yunani | 1 | 2024 |
| Chelsea | Inggris | 1 | 2025 |
| Crystal Palace | Inggris | 1 | 2026 |
Kondisi tersebut membuat Conference League berbeda dari kompetisi Eropa yang lebih tua.
Champions League dan Europa League mempunyai sejumlah klub yang mendominasi daftar juara. Conference League masih sangat muda sehingga belum muncul satu klub yang memenangkan kompetisi lebih dari sekali.
Jika dihitung berdasarkan negara, Inggris menjadi negara tersukses di Conference League hingga 2026.
Klub Inggris telah memenangkan tiga dari lima edisi:
Italia memiliki satu gelar melalui Roma, sedangkan Yunani mempunyai satu gelar melalui Olympiacos.
Menariknya, Fiorentina justru menjadi salah satu klub yang paling sering mendekati trofi tetapi gagal mendapatkannya.
La Viola mencapai final dua musim berturut-turut. Fiorentina kalah dari West Ham pada 2023 dan Olympiacos pada 2024.
Juara Liga Konferensi Eropa mendapatkan lebih dari sekadar trofi. Pemenang memperoleh hadiah finansial berdasarkan distribusi UEFA, prestise internasional, dan hak bermain di Europa League musim berikutnya sesuai ketentuan kompetisi.
Nilai ekonomi total yang diperoleh klub tidak hanya berasal dari satu hadiah final. Pendapatan UEFA dibentuk dari beberapa komponen yang dikumpulkan sepanjang perjalanan kompetisi.
Keuntungan olahraga paling penting adalah akses ke Europa League musim berikutnya, bukan tiket otomatis ke Champions League.
Artinya, klub yang memenangkan Conference League mendapatkan jalur menuju kompetisi Eropa tingkat kedua pada musim berikutnya, dengan ketentuan regulasi UEFA yang berlaku.
Contoh terbaru adalah keberhasilan Crystal Palace pada 2026.
Kemenangan di final Conference League memberikan Palace hak menuju Europa League musim berikutnya. Reuters juga mencatat keberhasilan tersebut mengamankan tempat di kompetisi tersebut.
Hadiah ini sangat bernilai karena sebuah klub tidak hanya mendapatkan trofi, tetapi juga kesinambungan bermain di Eropa.
Sistem hadiah Conference League tidak bekerja seperti satu cek tunggal yang diberikan kepada juara.
Klub mengumpulkan pendapatan dari berbagai komponen, antara lain:
Dalam siklus distribusi UEFA 2024-2027, total dana yang dialokasikan untuk klub Conference League dari fase liga dan seterusnya mencapai €285 juta.
Setiap peserta fase liga mendapatkan pembayaran awal €3,17 juta. Pada fase liga, kemenangan bernilai €400.000 dan hasil imbang €133.000, di luar komponen peringkat dan pembayaran lainnya.
Artinya, total pendapatan seorang juara akan berbeda berdasarkan jumlah kemenangan, hasil imbang, posisi fase liga, dan komponen distribusi lainnya.
Pertanyaan mengenai berapa hadiah juara Liga Konferensi Eropa perlu dijawab dengan hati-hati. Total pendapatan klub juara tidak sama dengan bonus kemenangan final, karena distribusi UEFA dihitung secara kumulatif sepanjang kompetisi.
Sebagai gambaran, laporan keuangan UEFA untuk musim 2024/2025 mencatat klub yang bermain setidaknya sejak fase liga Conference League menerima rata-rata sekitar €7 juta.
Chelsea dan Real Betis menjadi dua penerima distribusi terbesar pada musim tersebut.
Chelsea sebagai juara menerima total distribusi UEFA sekitar €22 juta, sedangkan Real Betis sebagai finalis menerima sekitar €17 juta.
Angka itu menunjukkan bahwa pendapatan juara jauh lebih kompleks dibanding hanya melihat bonus pertandingan final.
Dua klub yang sama-sama menjadi juara pada musim berbeda belum tentu menerima jumlah uang yang sama.
Hal tersebut terjadi karena beberapa faktor, seperti:
Karena itu, artikel yang menyebut satu angka sebagai “total pasti hadiah juara” tanpa menjelaskan struktur pembayaran dapat menyesatkan.
Angka bonus juara dan total pendapatan sepanjang turnamen adalah dua hal yang berbeda.
Tidak. Juara Liga Konferensi Eropa tidak otomatis masuk Liga Champions. Pemenang kompetisi mendapatkan tempat di Europa League musim berikutnya berdasarkan regulasi UEFA.
Ini menjadi salah satu pertanyaan yang sering membingungkan pembaca.
Urutan tiga kompetisi utama klub pria UEFA adalah:
Juara Conference League naik satu tingkat menuju Europa League.
Sementara itu, jalur otomatis ke Champions League diberikan kepada juara Europa League sesuai regulasi kompetisi dan ketentuan yang berlaku.
Bisa, tetapi bukan secara otomatis karena memenangkan Conference League.
Sebuah klub tetap dapat lolos ke Champions League melalui jalur domestik, misalnya posisi akhir liga nasional yang memberikan tiket UCL.
Jadi, jawabannya perlu dibedakan:
Apakah juara Conference League otomatis masuk UCL? Tidak.
Apakah klub juara Conference League tetap bisa bermain di UCL musim berikutnya? Bisa, jika memenuhi jalur kualifikasi Champions League yang berlaku, misalnya melalui posisi kompetisi domestik.
Perbedaan ini penting karena banyak pengguna menganggap seluruh juara kompetisi Eropa otomatis naik ke Champions League.
Menjadi juara Conference League memberikan manfaat olahraga, finansial, dan komersial. Dampaknya dapat terasa dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Bagi klub yang belum terbiasa tampil di level Eropa, gelar ini bahkan dapat menjadi titik perubahan besar.
Keuntungan utamanya meliputi:
Crystal Palace menjadi contoh terbaru.
Sebelum 2026, Palace belum pernah memenangkan trofi Eropa. Satu perjalanan sukses di Conference League langsung memberikan klub tersebut tempat dalam sejarah kompetisi UEFA.
Trofi Eropa mempunyai nilai reputasi yang sulit diukur hanya dengan uang.
Olympiacos, misalnya, menciptakan sejarah bagi sepak bola Yunani ketika menjadi juara pada 2024.
Chelsea menggunakan kemenangan 2025 untuk melengkapi koleksi trofi utama kompetisi klub pria UEFA.
Crystal Palace meraih trofi Eropa pertamanya pada 2026.
Setiap klub mempunyai konteks berbeda, tetapi gelar Conference League tetap membawa nilai historis.
Conference League diluncurkan pada musim 2021/2022 untuk memperluas kesempatan klub dari berbagai asosiasi mengikuti kompetisi antarklub Eropa.
Kompetisi ini berada di bawah Champions League dan Europa League dalam hierarki turnamen UEFA.
Namun, status sebagai kompetisi tingkat ketiga bukan berarti persaingan tidak menarik.
Lima edisi pertama menghasilkan lima juara berbeda. Klub dari Italia, Inggris, dan Yunani berhasil memenangkan trofi, sementara klub dari Belanda dan Spanyol juga mencapai final.
Pada awal penyelenggaraannya, kompetisi dikenal sebagai UEFA Europa Conference League.
Mulai musim 2024/2025, nama kompetisi disederhanakan menjadi UEFA Conference League.
Karena itu, pencarian “Liga Konferensi Eropa”, “Europa Conference League”, dan “Conference League” pada dasarnya dapat merujuk kepada kompetisi yang sama, tergantung musim dan konteks pembahasan.
Perubahan nama tidak mengubah posisi dasarnya dalam struktur kompetisi klub UEFA.
Lima musim pertama Conference League menghasilkan sejumlah catatan unik. Tidak ada satu pun klub yang berhasil menjadi juara lebih dari sekali.
Inggris menjadi negara paling dominan, tetapi klub Inggris tidak memenangkan gelar secara beruntun hingga Crystal Palace mengikuti kemenangan Chelsea setahun sebelumnya.
Beberapa fakta menariknya adalah:
Catatan tersebut dapat terus berubah karena Conference League masih menjadi kompetisi yang relatif muda.
Musim 2026/2027 akan menentukan apakah muncul juara baru atau salah satu pemenang sebelumnya menjadi klub pertama yang mengoleksi dua gelar.
Daftar juara Conference League masih relatif pendek karena kompetisi baru dimulai pada musim 2021/2022.
Namun, pencarian tentang pemenang, hadiah, dan tiket kompetisi musim berikutnya terus meningkat seiring bertambahnya popularitas turnamen.
Crystal Palace adalah juara terbaru Conference League setelah mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 pada final 2026 di Leipzig.
Jean-Philippe Mateta mencetak gol tunggal kemenangan.
Chelsea menjadi juara pada 2025.
The Blues mengalahkan Real Betis dengan skor 4-1 pada pertandingan final di Wroclaw.
Olympiacos menjadi juara pada 2024 setelah mengalahkan Fiorentina 1-0 melalui perpanjangan waktu.
Ayoub El Kaabi mencetak gol penentu pada menit ke-116.
West Ham United menjadi juara pada 2023.
The Hammers mengalahkan Fiorentina dengan skor 2-1 melalui gol penentu Jarrod Bowen menjelang akhir pertandingan.
AS Roma menjadi juara pertama Conference League pada 2022.
Roma mengalahkan Feyenoord 1-0 pada pertandingan final.
Belum ada pemegang rekor tunggal.
Roma, West Ham, Olympiacos, Chelsea, dan Crystal Palace sama-sama memiliki satu gelar hingga edisi 2026.
Tidak secara otomatis.
Juara Conference League mendapatkan tempat di Europa League musim berikutnya berdasarkan regulasi kompetisi. Klub tersebut tetap dapat bermain di Champions League jika lolos melalui jalur lain yang berlaku, seperti posisi kompetisi domestik.
Pendapatan juara berasal dari akumulasi berbagai komponen, bukan hanya satu bonus final.
Sebagai contoh, laporan keuangan UEFA mencatat Chelsea menerima sekitar €22 juta dalam distribusi kompetisi ketika menjadi juara musim 2024/2025. Jumlah yang diterima klub pada musim lain dapat berbeda karena performa, posisi fase liga, dan komponen distribusi lainnya.
Juara Liga Konferensi Eropa terbaru adalah Crystal Palace. The Eagles memenangkan edisi 2025/2026 setelah mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final melalui gol Jean-Philippe Mateta.
Daftar juara Liga Konferensi Eropa dari tahun ke tahun dimulai oleh Roma pada 2022, West Ham United pada 2023, Olympiacos pada 2024, Chelsea pada 2025, dan Crystal Palace pada 2026.
Belum ada klub yang menjadi juara lebih dari sekali.
Inggris menjadi negara tersukses dengan tiga gelar melalui West Ham, Chelsea, dan Crystal Palace. Italia memiliki satu gelar melalui Roma, sedangkan Yunani mendapatkan satu gelar lewat Olympiacos.
Selain trofi dan hadiah finansial, keuntungan penting bagi juara Conference League adalah hak bermain di Europa League musim berikutnya sesuai ketentuan UEFA. Pemenang tidak otomatis masuk Champions League, kecuali klub tersebut mendapatkan tiket UCL melalui jalur kualifikasi lain yang berlaku.
Nilai hadiah juga perlu dibaca sebagai distribusi kumulatif sepanjang turnamen. Pendapatan klub dipengaruhi hasil pertandingan, posisi fase liga, kelolosan setiap babak, dan komponen distribusi UEFA lainnya.
Wasit Argentina vs Swiss di perempat final Piala Dunia 2026 adalah João Pinheiro, pengadil lapangan…
Sejarah Inggris vs Norwegia dimulai pada 1937 dan telah menghasilkan 12 pertemuan sebelum kedua tim…
Daftar klub Serie A 2026/2027 terdiri dari 20 tim, termasuk tiga klub promosi yaitu Venezia,…
Daftar 10 liga top Eropa 2026 menempatkan Premier League Inggris di posisi pertama berdasarkan koefisien…
Jadwal Liga Konferensi Eropa 2026/2027 dimulai dengan putaran kualifikasi pada Juli 2026 dan akan berakhir…
Klub termiskin di Indonesia Liga 1 tidak memiliki peringkat resmi karena kondisi keuangan klub tidak…